Kamis, 25 Agustus 2011

PENULISAN KARYA ILMIAH

Oleh
Moh. Darman Darwis


A.  Pengertian Karya Ilmiah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2008)) ilmiah adalah bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa karya ilmiah adalah sebuah karya (karangan) yang berisi tentang ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan diperoleh melalui proses berpikir secara ilmiah. Terkait dengan itu, Suharto (2009) mengemukakan bahwa karya ilmiah adalah hasil  pekerjaan yang dilakukan secara ilmiah, berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku. Selanjutnya, proses berpikir ilmiah dapat dikelompokkan atas (1) identifikasi masalah, (2) pembatasan masalah, (3) penyusunan hipotesis, dan (5) penarikan simpulan.

B.   Jenis-Jenis Karya Ilmiah

1.     Makalah
Makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sitematis dan runtut disertai analisis yang logis dan objektif. Makalah lazimnya ditulis untuk disajikan dalam forum ilmiah untuk diterbitkan dalam jurnal atau majalah ilmiah dan memenuhi tugas tersruktur yang diberikan oleh guru/dosen.

2. Artikel
Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati atau ditetapkan. Artikel ilmiah dapat diangkat dari hasil penelitian lapangan, hasil pemikiran dan kajian pustaka, atau hasil pengembangan projek. Selanjutnya, artikel dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu artikel hasil penelitian dan artikel nonpenelitian.

3. Laporan Penelitian
Laporan penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan hasil-hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan penelitian.

4. Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Skripsi, tesis, dan disertasi merupakan karya ilmiah dalam suatu bidang studi yang ditulis oleh mahasiswa program Sarjana (S1), program Magister (S2), dan program Doktor (S3) pada akhir studinya. Karya ilmiah tersebut, merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi mereka yang dapat ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan.
Skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang berorientasi pada pengumpulan data empiris di lapangan. Ditinjau dari pendekatan yang digunakan, penelitian lapangan dapat dibedakan  atas (1) penelitian kuantitatif, (2) penelitian kualitatif.

C.  Manfaat Penulisan Karya  Ilmiah

1.   Manfaat Pengembangan Profesi
Untuk mengembangkan profesi, seseorang harus mampu menulis karya ilmiah.

2.   Manfaat Administrasi
      Karya ilmiah memiliki angka kredit tertentu. Banyak guru yang tertunda kenaikan pangkatnya karena tidak memenuhi angka kredit pada aspek penulisan karya ilmiah.
3.   Manfaat Ekonomis
Seseorang dapat memperoleh honorarium atau royalti dari penulisan karya ilmiah.

D.  Format/Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

1.   Format Makalah
·            Halaman Sampul
·            Kata Pengantar
·            Daftar Isi
·            Pendahuluan
·            Permasalahan
·            Pembahasan
·            Penutup
·            Daftar Rujukan

2.   Format Artikel
     (1) Artikel Konseptual (nonpenelitian)
·            Judul
·          Nama Penulis
·          Abstrak dan Kata Kunci
·          Pendahuluan
·          Bagian Inti
·          Penutup
·          Daftar Rujukan

      (2) Artikel Hasil Penelitian
·             Judul
·             Nama Penulis
·             Abstrak dan Kata  Kunci
·             Pendahuluan
·             Metode
·             Hasil Penelitian
·             Pembahasan Hasil Penelitian
·             Penutup
·             Daftar Rujukan


3.  Format Laporan Penelitian
·       Halaman Sampul
·       Kata pengantar
·       Daftar Isi
·       Daftar Tabel
·       Daftar Gambar
·       Daftar Lampiran
·       BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah
B.   Rumusan Masalah
C.   Tujuan Penelitian
D.   Hipotesis Penelitian
E.    Kegunaan Penelitian
F.    Asumsi dan Keterbatasan Penelitian
G.   Ruang Lingkup Penelitian
·        BAB II KAJIAN PUSTAKA
               A.    …………………..
B.    …………………..
C.    …………………..
·      BAB III METODE PENELITIAN
   A.  Rancangan Penelitian
   B.  Populasi dan Sampel
   C.  Istrumen Penelitian
   D.  Pengumpulan Data
   E.   Analisis Data
·      BAB IV HASIL PENELITIAN
A.         ……………………
B.         ……………………
C.         ……………………
·        BAB V PEMBAHASAN
A.      ……………………
B.       ……………………
C.       ……………………
·      BAB VI PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran-Saran
·      Daftar Rujukan
·      Lampiran-Lampiran

4. Format/Sistematika Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Bagian Awal
Hal-hal yang termasuk  dalam bagian awal adalah:
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan
a)     Lembar persetujuan pembimbing
b)    Lembar persetujuan dan pengesahan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lainnya

Bagian Inti
BAB I  PENDAHULUAN
A.   Konteks Penelitian atau Latar Belakang
B.   Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah
C.   Tujuan Penelitian
D.   Kegunaan Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB III METODE PENELITIAN
A.   Pendekatan dan Jenis Penelitian
B.   Kehadiran Peneliti
C.   Lokasi Penelitian
D.   Sumber Data
E.    Prosedur Pengumpulan Data
F.    Analisis Data
G.   Pengecekan Keabsahan Data
H.   Tahap-tahap Penelitian
BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
BAB V PEMBAHASAN
BAB VI PENUTUP

Bagian Akhir

Pada bagian akhir termuat:
Daftar Rujukan
Pernyataan Keaslian Tulisan
Lampiran-Lampiran
Riwayat Hidup

E. Etika Penulisan Karya Ilmiah
a.   Cara Merujuk
(1)  Ketentuan Umum:
Ø Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun di antara tanda kurung. Misalnya: Nurgiantoro (2006:1) …. atau …. (Nurgiantoro, 2006:1).
Ø Jika ada dua penulis, perujukan  dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua penulis tersebut, misalnya: Nurgiantoro dan Saryono (2006:15) …. atau …. (Nurgiantoro dan  Saryono, 2006:150.
Ø Jika penulisnya lebih dari dua orang, penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama pertama dari penulis tersebut diikuti dengan kawan-kawan, misalnya: Nurgiantoro dkk. (2006: 17) ….
Ø Jika nama penulis tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam rujukan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, atau nama koran, misalya: Depdiknas (2005:12 …., Kompas (2006: 9).
Ø Untuk karya terjemahan, perujukan dilakukan dengan menyebutkan nama penulis aslinya.
Ø Rujukan dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh penulis yang berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai pemisahnya, misalnya: ….. (Tarigan, 2005:10; Suparno, 2004:30; Syafi’ie, 2003:2004).

(2)    Cara Merujuk Kutipan Langsung
(a)  Kutipan Kurang dari 40  Kata
 Ditulis di antara tanda kutip (“…. “)  sebagai bagian yang terpadu 
 dengan teks utama, dan diikuti nama pengarang, tahun, dan nomor
 halaman. Misalnya: “….” (Nurhadi, 2002:120) atau Nurhadi (2002:120)
 menyimpulkan “…”
(b)    Kutipan 40 Kata atau Lebih
Ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, dan diketik dengan spasi tunggal.
(c)     Kutipan yang Sebagian Dihilangkan
·     Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam  kalimat  yang dibuang ,  
                                      maka kata-kata yang dibuang dengan tiga titik.
·           Apabila dalam mengutip ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang
     diganti dengan empat titik.

(3)        Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung
Kutipan yang disebut secara tidak lansung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri dengan tanpa tanda kutip dan terpadu dengan teks.

b.  Cara Menulis Daftar Rujukan
     Penulisan daftar rujukan disusun secara alfabetis (susunan huruf).
(1)    Rujukan dari Buku
·           Moeliono, Anton. 1983. Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Jakarta:   ILDEP.
(2)    Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya).
·           Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam Aminuddin (Ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra (hlm. 12-25). Malang: YA3.
(3)    Rujukan dari Artikel dalam Jurnal
·          Pidarta, Made. 1996. Pengembangan Afeksi  Belajar di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3 (3):177-188.
(4)    Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran
·                           Huda, M. 13 November, 1991. Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. Jawa Pos, hlm. 6.
(5)    Rujukan dari Koran Tanpa Penulis
·           Kompas. 5 Desember, 2006. Luberan Lahar Dingin Belum Dihitung, hlm. 23.
(6)    Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit Tanpa Penulis dan Tanpa Lembaga
      Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 1989  Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: Armas Duta Jaya.
(7)    Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut
·          Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1998. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
(8)  Rujukan Berupa Karya Terjemahan
·                           Miles, M.B. & Huberman, A.M. Tanpa Tahun. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Tjetjen Rohendi Rohidi. 1992. Jakarta: UI-Press.
(9)    Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, dan Disertasi
·                            Madyono, Suhel. 2002. Pengefektifan Pembelajaran Menulis Eksposisi Melalui Implementasi Pendekatan Proses di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Percobaan Kotamadya Malang. Tidak Diterbitkan. Malang: PPS Universitas Negeri Malang.
(10) Rujukan Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
·           Rofi’uddin. 1998. Rancangan Penelitian Tindakan: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Makalah disajikan dalam lokakarya Rancangan Penelitian Tindakan Tingkat Lanjut Penelitian Kualitatif Angkatan VII, di IKIP Malang, Malang, 17-18 November 1998.
(11) Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal
·           Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www. malang .ac.id, diakses 20 Januari 2000).

H.     Bahasa Indonesia Karya Ilmiah
(1)  Cendekia
 Bahasa yang cendekia mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama sehingga gagasan
 yang disampaikan penulis dapat diterima secara tepat oleh pembaca. Berikut ini adalah contoh
 kalimat yang tidak cendekia.
Ø  Kemajuan informasi pada era globalisasi ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsa Indonesia terutama pengaruh budaya barat yang masuk ke negera Indonesia yang dimungkinkan tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan moral bansa Indonesia. (cendekia: Pada era globalisasi informasi ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsa Indonesia terutama karena pengaruh budaya barat yang masuk ke Indonesia).
Ø  Sejak penentuan masalah, penelitian itu tidak jelas arahnya.
Ø  Peneliti terdiri atas orang-orang yang mewakili lembaga.
(2)    Lugas
Gagasan hendaknya diungkapkan secara langsung sehingga makna  yang ditimbulkan oleh pengungkapan itu  makna lugas. Contoh kalimat yang tidak lugas:
Ø  Para pendidik yang kadangkala atau bahkan sering kena getahnya oleh ulah sebagian anak-anak mempunyai tugas yang tidak bisa dikatakan ringan. (lugas: Para pendidik yang kadang-kadang atau bahkan sering terkena akibat ulah sebagian anak-anak mempunyai tugas yang berat).
(3) Jelas
Bahasa yang jelas akan mempermudah memahami gagasan yang disampaikan. Ketidakjelasan umumnya diakibatkan oleh kalimat yang panjang. Contoh kalimat yang tidak jelas:
Ø  Penanaman moral di sekolah sebenarnya merupakan kelanjutan penanaman moral di rumah yang dilakukan melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yang merupakan mata pelajaran yang paling strategis karena langsung menyangkut tentang moral Pancasila, juga diintegrasikan ke dalam mata pelajaran-mata pelajaran Agama, IPS, Sejarah, PSPB, dan Kesenian. (Jelas: Penanaman moral di sekolah sebenarnya merupakan kelanjutan dari penanaman moral di rumah. Penanaman moral di sekolah dilaksanakan melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yang merupakan mata pelajaran paling strategis karena langsung menyangkut tentang moral Pancasila. Di samping itu, penanaman moral Pancasila juga diintegrasikan  ke dalam mata pelajaran-mata pelajaran Agama, IPS, Sejarah, PSPB, dan Kesenian).
(4)  Bertolak dari Gagasan
Penonjolan diarahkan  pada gagasan atau hal-hal yang diungkapkan, tidak  pada penulis. Akibatnya, pilihan kalimat yang tepat adalah kalimat pasif sehingga kalimat aktif dengan penulis sebagai pelaku perlu dihindari. Contoh kalimat yang bertolak dari gagasan:
Ø  Dari uraian tadi penulis dapat menyimpulkan bahwa menumbuhkan dan membina anak berbakat sangat penting.
(5)  Ojektif
 Sikap subjektif perlu dihindari. Contoh kalimat objektif:
Ø  Contoh-contoh itu telah memberikan bukti betapa besarnya …
Ø  Dari paparan tersebut kiranya dapat disimpulkan …
Ø  Abstrak artikel harus ditulis …
Ø  Penelitian pasti diawali …
Ø  Hasilnya tidak mungkin tidak
(6)  Formal
 Kata-kata  informal dalam karya ilmiah perlu dihindari. Contoh kata informal: bilang, bikin, Cuma, nulis, nyuci, kasih, buat, ketimbang dan sebagainya.
(7)  Ringkas dan Padat
 Contoh kalimat yang tidak ringkas dan padat.
Ø  Nilai etis sebagaimana tersebut paparan di atas menjadi pedoman dan dasar pegangan hidup dan kehidupan bagi setiap warga negara Indonesia.
Ø  Para ibu-ibu
Ø  Hal tersebut adalah merupakan
(8)  Konsisten
 Contoh:
Ø  Apabila pada bagian awal uraian telah terdapat singkatan SMP (Sekolah Menengah  
      Pertama), maka pada uaraian selajutnya cukup digunakan singkatan SMP tersebut.
(9)  Menggunakan Ejaan yang  Benar
 Buku Pedoman Umum Ejaan  Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan memuat aturan-aturan  
 yang   berlaku dalam penulisan hal-hal yang bersifat formal, termasuk di dalamnya adalah
 penulisan   karya ilmiah.

I.       Proses Penulisan Makalah
Proses penulisan makalah dapat dikelompokkan menjadi 3 tahap sebagai berikut.
(1) Prapenulisan
Ø  Pemilihan topik
Topik yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria keterkuasaian, kemenarikan, ketersediaan bahan,  keterkinian, dan kebermaknaan.
Ø  Pembatasan topik
Dapat dilakukan dengan diagram pohon atau diagram jam.
Ø  Perumusan judul
      Syarat rumusan judul  makalah adalah sesuai dengan topik, singkat (tidak lebih 15 kata), bentuk frasa, profokatif, dan lugas.
Ø  Perumusan tesis
Tesis adalah pernyataan singkat intisari tulisan. Tesis berisi gagasan-gagasan yang hendak dibahas dalam makalah.
Langkah perumusan tesis:
·         Identifkasi variabel dan masalah yang terkandung dalam rumusan judul makalah. Ajukan pertanyaan seputar variabel itu.
·         Identifikasi berbagai kemungkinan jawaban tersebut.
·         Rumuskan tesis dengan cara merangkaikan seluruh jawaban tersebut dalam paragaf yang runtut dan padu.
Ø  Penyusunan kerangka karangan
      Kerangka karangan adalah perincian dan pengaturan gagasan-gagasan yang akan  
      dikembangkan berdasarkan hasil rumusan tesis.
(2)  Penulisan
Ø  Pengembangan gagasan dalam paragraf
Ø  Pengolahan kutipan
(3)    Revisi atau Perbaikan
Ø  Bahasa
Ø  Isi
Ø  Sistematika





Contoh Proses Penulisan Makalah (Prapenulisan)


Keluarga Berencana
 
 

                                               










 

                 
                                                           


JUDUL :   1.   Program Keluarga Berencana dapat Berperan Mengendalikan Pertumbuhan Penduduk
                        Desa Tertinggal (tidak sesuai)
2.      Peranan Keluarga Berencana dalam Pengendalian Pertumbuhan Penduduk Desa Tertinggal
            (sesuai)



Daftar Acuan Pokok

Saukah &  Waseso. 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah. Malang: UM Press.

UM. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: UM Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar