Jumat, 13 Juli 2012

Sifat Intelegensi Linguistik


Sifat-sifat Intelegensi Verbal Linguitik
Dalam dunia pendidikan dewasa ini, kurikulum berkembang dengan  pesat. Akan tetapi, aspek membaca dan menulis, sejalan dengan menyimak dan berbicara, tetap merupakan alat yang esensial dalam mempelajari semua pelajaran.
Beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh para pelopor penbdidikan: Levvygotsky, Susanne Langer, James Brimon, dan James Moffet (dalam Supratiningsih dan Alamsyah, 2009: 33) terdata bahwa karakteristik-karakteristk kecerdasan verbal linguistik sebagai berikut.

Selasa, 10 Juli 2012

Kata Kerja Operasional (KKO)


Kata Kerja Ranah Kognitif

Pengetahuan (C1)
Pemahaman (C2)
Penerapan (C3)
Analisis (C4)
Sintesis (C5)
Penilaian (C6)
Mengutip
Menyebutkan
Menjelaskan
Menggambar
Membilang
Mengidentifikasi
Mendaftar
Menunjukkan
Memberi label
Memberi indeks
Memasangkan
Menamai
Menandai
Membaca
Menyadari
Menghafal
Meniru
Mencatat
Mengulang
Mereproduksi
Meninjau
Memilih
Menyatakan
Mempelajari
Mentabulasi
Memberi kode
Menelusuri
Menulis
Memperkirakan
Menjelaskan
Mengkategorikan
Mencirikan
Merinci
Mengasosiasikan
Membandingkan
Menghitung
Mengkontraskan
Mengubah
Mempertahankan
Menguraikan
Menjalin
Membedakan
Mendiskusikan
Menggali
Mencontohkan
Menerangkan
Mengemukakan
Mempolakan
Memperluas
Menyimpulkan
Meramalkan
Merangkum
Menjabarkan

Menugaskan
Mengurutkan
Menentukan
Menerapkan
Menyesuaikan
Mengkalkulasi
Memodifikasi
Mengklasifikasi
Menghitung
Membangun
Membiasakan
Mencegah
Menentukan
Menggambarkan
Menggunakan
Menilai
Melatih
Menggali
Mengemukakan
Mengadaptasi
Menyelidiki
Mengoperasikan
Mempersoalkan
Mengkonsepkan
Melaksanakan
Meramalkan
Memproduksi
Memproses
Mengaitkan
Menyusun
Mensimulasikan
Memecahkan
Melakukan
Mentabulasi
Memproses
Meramalkan
Menganalisis
Mengaudit
Memecahkan
Menegaskan
Mendeteksi
Mendiagnosis
Menyeleksi
Merinci
Menominasikan
Mendiagramkan
Megkorelasikan
Merasionalkan
Menguji
Mencerahkan
Menjelajah
Membagankan
Menyimpulkan
Menemukan
Menelaah
Memaksimalkan
Memerintahkan
Mengedit
Mengaitkan
Memilih
Mengukur
Melatih
Mentransfer
Mengabstraksi
Mengatur
Menganimasi
Mengumpulkan
Mengkategorikan
Mengkode
Mengombinasikan
Menyusun
Mengarang
Membangun
Menanggulangi
Menghubungkan
Menciptakan
Mengkreasikan
Mengoreksi
Merancang
Merencanakan
Mendikte
Meningkatkan
Memperjelas
Memfasilitasi
Membentuk
Merumuskan
Menggeneralisasi
Menggabungkan
Memadukan
Membatas
Mereparasi
Menampilkan
Menyiapkan Memproduksi
Merangkum
Merekonstruksi

Membandingkan
Menyimpulkan
Menilai
Mengarahkan
Mengkritik
Menimbang
Memutuskan
Memisahkan
Memprediksi
Memperjelas
Menugaskan
Menafsirkan
Mempertahankan
Memerinci
Mengukur
Merangkum
Membuktikan
Memvalidasi
Mengetes
Mendukung
Memilih
Memproyeksikan


 


Kata Kerja Ranah Afektif

Menerima
Menanggapi
Menilai
Mengelola
Menghayati
Memilih
Mempertanyakan
Mengikuti
Memberi
Menganut
Mematuhi
Meminati

Menjawab
Membantu
Mengajukan
Mengompromikan
Menyenangi
Menyambut
Mendukung
Menyetujui
Menampilkan
Melaporkan
Memilih
Mengatakan
Memilah
Menolak
Mengasumsikan
Meyakini
Melengkapi
Meyakinkan
Memperjelas
Memprakarsai
Mengimani
Mengundang
Menggabungkan
Mengusulkan
Menekankan
Menyumbang
Menganut
Mengubah
Menata
Mengklasifikasikan
Mengombinasikan
Mempertahankan
Membangun
Membentuk pendapat
Memadukan
Mengelola
Menegosiasi
Merembuk
Mengubah perilaku
Berakhlak mulia
Mempengaruhi
Mendengarkan
Mengkualifikasi
Melayani
Menunjukkan
Membuktikan
Memecahkan

Kata Kerja Ranah Psikomotrik

Menirukan
Memanipulasi
Pengalamiahan
Artikulasi
Mengaktifkan
Menyesuaikan
Menggabungkan
Melamar
Mengatur
Mengumpulkan
Menimbang
Memperkecil
Membangun
Mengubah
Membersihkan
Memposisikan
Mengonstruksi
Mengoreksi
Mendemonstrasikan
Merancang
Memilah
Melatih
Memperbaiki
Mengidentifikasikan
Mengisi
Menempatkan
Membuat
Memanipulasi
Mereparasi
Mencampur
Mengalihkan
Menggantikan
Memutar
Mengirim
Memindahkan
Mendorong
Menarik
Memproduksi
Mencampur
Mengoperasikan
Mengemas
Membungkus

Mengalihkan
Mempertajam
Membentuk
Memadankan
Menggunakan
Memulai
Menyetir
Menjeniskan
Menempel
Menseketsa
Melonggarkan
Menimbang


Sabtu, 29 Oktober 2011

PIKIRAN

Di era yang serba kompetetif banyak sekali pengertian tentang berpikir dan cara kerjanya. Namun, kita tidak perlu terjebak dengan semua hal itu. Berpikir memungkinkan seseorang untuk mempresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Karenanya, kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama di antaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi.

Senin, 10 Oktober 2011

MENJADI JENIUS KREATIF

Bila Anda ingin jenius kreatif quantum reading resepnya. Karena, membaca dengan baik adalah keterampilan berharga yang kamu gunakan sepanjang hayat. Namun, banyak siswa beranggapan bahwa membaca hanya sebagai beban. Jika membaca dijadikan sebagai kebutuhan utama, pastikan kamu akan menjadi seorang jenius kreatif.

Jumat, 23 September 2011

PENTINGNYA KOMPETENSI SEBAGAI UPAYA IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH DALAM ERA GLOBALISASI

Oleh Moh. Darman Darwis *)


PENDAHULUAN
Bila kita mencermati lebih jauh mengenai sistem pendidikan di era global saat ini, ada kecenderungan bahwa proses pembelajaran dan pengajaran di sekolah seringkali membuat kekecewaan, manakala dikaitkan dengan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Walaupun seringkali terlintas dalam pemahaman kita bahwa banyak siswa yang mungkin mampu menyajikan tingkat hafalan yang baik terhadap materi yang diterimanya, tetapi pada kenyataannya mereka seringkali tidak memahami secara intensif materi tersebut. Pengertian atau pemahaman yang dimaksudkan di sini adalah pehaman siswa terhadap dasar kualitatif dimana fakta-fakta saling berkaitan dan kemampuannya untuk menggunakan kognitif dalam situasi baru.
Berkaitan dengan itu, Saryono (2003) mengemukakan bahwa dua kekuatan utama yang sekarang sedang melanda dunia manusia termasuk manusia Indonesia yaitu globalisasi dan pengetahuan. Globalisasi berbasis pengetahuan itu telah menimbulkan sejumlah kecenderungan utama yang harus ditanggapi oleh setiap imdividu, masyarakat, dan bangsa – termasuk berbagai negara. Guna menanggapi dan mengelola berbagai kecenderungan utama itu, keberadaan, kedudukan, fungsi, dan peranan kompetensi demikian utama, penting, dan strategis. Karena itu, setiap individu (siswa), masyarakat, dan bangsa terlebih pemimpin di sekolah perlu memiliki atau menguasai standar minimal kompetensi – yang secara efektif diharapkan dapat digunakan untuk menanggapi dan mengelola kecenderungan utama globalisasi. Dalam rangka penguasaan standar minimal kompetensi itu, jelaslah implementasi manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS) haruslah berperan dan strategis karena ikut bertanggung jawab untuk meningkatkan kompetensi siswa di setiap sekolah.